Parepare, kanal-berita.com – Kepedulian legislator partai gerindra DPRD kota Parepare Kamaluddin Kadir kembali menuai pujian warga.
Legislator dua priode ini meluangkan waktunya mengunjungi rumah kediaman salah seorang warga di RW 07/ RT 02 kelurahan Labukkang yang rumahnya terkena program bedah rumah dari dinas Perkimtan kota Parepare yang difasilitasinya. Minggu, (23/2/2024)
Natija (60 thn) pemilik rumah merasa sangat bersyukur kepada Kamal, sapaan Kamaluddin, betapa tidak, rumah yang ditempati bersama dengan seorang cucunya sebelum mendapat bantuan, sangat memprihatinkan dan sangat tidak layak huni, rumah sudah nyaris ambruk, hanya dibantu dengan cara mengikat rumah dengan tali ukuran besar agar tidak ambruk menimpa rumah disampingnya yang posisinya memang agak dibawah.
Kepada awak media ini, Natija mengaku bahwa rumah yang ditinggali berdua bersama cucunya sudah lama didata.
“Sejak mulai didata, sudah tiga kali Lurah berganti namun tidak pernah dikerja, namun setelah pak dewan Kamaluddin Kadir bersama pak lurah sekarang mengunjungi langsung rumah kami pada bulan lima tahun lalu, saya mulai menaruh harapan dan yakin bahwa keduanya akan mewujudkan pengerjaan rumah kami” ungkap Natija.
Natija menambahkan bahwa sejak kedatangan Kamaluddin Kadir dan lurah kelurahan Labukkang kerumahnya, proses pengerjaan rumahnya pun mulai berjalan sampai benar benar selesai.

“Terima kasih pak dewan sudah memfasilitasi sehingga rumah kami bisa jadi begini, saya juga berterima kasih kepada tetangga yang telah memberi tumpangan sejak rumah kami dikerja sampai selesai” jelas Natija.
Beberapa warga sekitar memuji kepedulian legislator partai gerindra tersebut, “kami jempol pak dewan Kamal yang amanah, semoga dia diberi kesehatan yang baik dalam menjalankan tugas tugasnya” kata seorang ibu rumah tangga yang diamini rekan lainnya.
Terpisah, Kamal mengaku bersyukur atas realisasi bedah rumah warga tersebut.
“Saya bersyukur dengan selesainya pengerjaan rumah ibu Natija, sejak mengunjungi rumah ibu Natija atas laporan warga dan melihat
kondisi rumahnya, saya berpikir bahwa rumah ini harus masuk program bedah rumah, kondisi rumahnya memang memprihatinkan dan tidak layak huni.
Saat itu juga saya meminta kepada Dinas Perkimtan untuk segera mengerjakan rumah ibu Natija, Alhamdulillah, Dinas Perkimtan beserta lurah Labukkang sangat pro aktif mengawal pengerjaan rumah warga tersebut hingga selesai.” (AL)