PB PSTI Lantik Pengprov PSTI Banten 2026 – 2030, Perkuat Fondasi Pembinaan Atlet Muda.

Nasional17 Dilihat

Banten, kanal-berita.com – Ketua Umum PSTI H. Surianto secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Banten masa bakti 2026–2030, Sabtu (11/4/2026). Momentum ini menjadi titik awal penguatan sistem pembinaan atlet sepak takraw yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan di tingkat daerah.

Kepengurusan baru dipimpin oleh Agus Supriatna. Dalam arahannya, PB PSTI menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah, khususnya dalam menjaring serta mengembangkan atlet muda potensial sebagai investasi jangka panjang prestasi nasional.

Menurut Surianto, peran strategis daerah tidak hanya sebatas pelaksanaan kompetisi, tetapi juga sebagai ujung tombak dalam proses identifikasi bakat, pembinaan dasar, hingga pengiriman atlet ke level yang lebih tinggi.

“Daerah harus proaktif mengirim atlet-atlet terbaiknya yang memiliki potensi. Dari situlah pembinaan lanjutan di tingkat nasional bisa dilakukan secara maksimal,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembinaan modern membutuhkan pendekatan sistematis—mulai dari talent scouting, pelatihan berbasis sport science, hingga penguatan mental bertanding. Dengan demikian, atlet tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki daya saing global.

Sementara itu, Agus Supriatna menyampaikan komitmen Pengprov PSTI Banten untuk menjadi bagian integral dalam mendorong kemajuan sepak takraw nasional. Ia memastikan kepengurusannya akan bekerja secara kolektif dan terprogram, dengan fokus utama pada pembinaan usia dini hingga peningkatan kualitas kompetisi daerah.

“Insyaallah kami siap mendukung dan mengimplementasikan program-program PB PSTI secara konsisten, dengan orientasi pada peningkatan prestasi atlet,” ujarnya.

Pelantikan ini diharapkan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem olahraga yang produktif. Dengan kepengurusan baru yang solid, PSTI Banten ditargetkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya bersinar di tingkat nasional, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Pendekatan pembinaan yang berjenjang, kolaboratif, dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut—menjadikan sepak takraw bukan sekadar olahraga tradisional, tetapi juga cabang olahraga prestasi yang modern dan kompetitif.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed